Teknis Pelaksanaan Opsi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di PKBM Pemimpin Anak Bangsa

Sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, PKBM Pemimpin Anak Bangsa (YPAB) melaksanakan opsi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di tahun ajaran 2021/2022.

Syarat peserta Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di PKBM Pemimpin Anak Bangsa adalah sebagai berikut:

  • Peserta didik dan tutor tidak tinggal di zona merah atau oranye;
  • Peserta didik yang masih tinggal bersama orang tua mendapatkan persetujuan orang tua untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka;
  • Peserta didik tidak memiliki penyakit penyerta;
  • Peserta didik dan tutor harus berangkat dengan menggunakan transportasi sendiri, tidak menggunakan transportasi umum;
  • Peserta didik telah mengisi form yang disediakan oleh PKBM Pemimpin Anak Bangsa, yang mencakup perjanjian keterbukaan informasi, yaitu kesediaan memberitakan jika terjadi insiden COVID-19 pada diri sendiri, anggota keluarga serumah atau orang yang berkontak erat dengan dirinya;
  • Peserta didik dan tutor tidak melakukan perjalanan jauh (>100 km) dalam 2 minggu terakhir;
  • Peserta didik dan tutor harus menunjukkan hasil uji usap (swab test) Antigen/PCR secara mandiri, setidaknya 1 hari sebelum pembelajaran, dan secara berkala melakukan pengulangan uji usap (akan ditentukan kemudian);
  • Tutor pengajar harus sudah mendapatkan 2 kali vaksin COVID-19;
  • Peserta didik dan tutor membawa semua perlengkapannya sendiri, termasuk alat tulis dan alat minum.

Teknis Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di PKBM Pemimpin Anak Bangsa adalah sebagai berikut:

  • Peserta didik dan tutor harus mengenakan masker medis dan masker kain (dobel) yang menutupi hidung, mulut dan dagu. Tidak membuka masker, tidak menyentuh sisi luar masker;
  • Saat masuk, tutor dan peserta didik harus mencuci tangan dengan sabun sesuai dengan ketentuan WHO, dan membawa cairan pembersih tangan (hand sanitizer) pribadi;
  • Di dalam ruangan, jarak antar peserta didik minimal 1,5 meter, sehingga dalam 1 ruangan hanya akan terisi oleh maksimal 10 peserta didik;
  • Peserta didik dan tutor tidak saling bersentuhan, bersalaman, cium tangan dan dengan ketat menerapkan etika bersin;
  • Waktu pembelajaran untuk tiap peserta didik di tiap harinya tidak lebih dari 2 jam.

Persiapan dan penanganan fasilitas PKBM Pemimpin Anak Bangsa untuk Pembelajaran Tatap Muka Terbatas adalah sebagai berikut:

  • Di tiap ruangan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar harus tersedia alat penjernih udara (air purifier) dengan menggunakan High Efficiency Particulate Air (HEPA);
  • Di tiap lantai harus tersedia air bersih, alat cuci tangan, sabun cuci tangan, cairan pembersih tangan (hand sanitizer) dan toilet;
  • Diutamakan penggunaan ruangan yang memiliki ventilasi yang baik, dengan jendela yang dapat dibuka;
  • Beberapa perangkat berikut tersedia dan dapat diakses: alat pengukur suhu tubuh, pengukur kadar oksigen darah (pulse oxymeter), tabung oksigen;
  • Disinfeksi menyeluruh dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran. Disinfeksi yang lebih sering dilakukan di permukaan yang sering disentuh bersama, seperti gagang pintu, tombol projektor, pegangan tangga, spidol dan penghapus papan tulis;
  • Lokasi dan nomor kontak fasilitas-fasilitas kesehatan terdekat dicetak dan dapat diakses dengan mudah.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas akan dihentikan jika terdapat kasus-kasus berikut:

  • Tangerang Selatan dinyatakan sebagai zona merah atau oranye;
  • Terdapat peserta didik, tutor pengajar atau tamu yang terindikasi positif COVID-19 dan mengunjungi rumah belajar PKBM Pemimpin Anak Bangsa dalam 2 minggu terakhir;
  • Pemerintah daerah dan/atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menghentikan Pembelajaran Tatap Muka;

Tidak akan terdapat perbedaan perlakuan dan penilaian antara peserta didik yang memilih untuk menjalani Pembelajaran Tatap Muka ataupun Pembelajaran Jarak Jauh.

Comments are closed.