Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, tanpa terkecuali. Di PKBM Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), semangat inklusivitas ini tidak hanya diwujudkan melalui layanan sekolah gratis setara SD, SMP, dan SMA bagi masyarakat prasejahtera, tetapi juga merambah ke aspek pembentukan karakter dan spiritualitas.
Menjawab kebutuhan nyata di lapangan, YPAB resmi meluncurkan program Pembelajaran Baca Al-Qur’an di luar jam belajar utama. Program ini dihadirkan secara cuma-cuma khusus bagi para warga belajar yang masih menghadapi kendala dalam membaca Al-Qur’an, baik dari tingkat dasar maupun dalam hal kelancaran (tahsin).
Mengapa Program Ini Penting?
Keputusan menghadirkan kelas khusus ini lahir dari temuan di ruang-ruang kelas. Selama proses pembelajaran, para pendidik dan relawan kerap mendapati bahwa sebagian warga belajar mengalami kesulitan dalam memahami isi, pesan moral, maupun kandungan hikmah dari Al-Qur’an lantaran masih terbata-bata atau belum fasih membaca teks aslinya.
Padahal, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan fondasi utama sebelum seseorang dapat mendalami, meresapi, serta mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Memahami isi Al-Qur’an tentu diawali dengan kemudahan membaca teksnya. Kami ingin memastikan tidak ada warga belajar yang tertinggal dalam aspek spiritual hanya karena belum memiliki kesempatan belajar mengaji di masa lalu,” ungkap perwakilan manajemen PKBM Pemimpin Anak Bangsa.
Fleksibel, Nyaman, dan Sepenuhnya Gratis
Sebagai lembaga pendidikan nonformal yang memahami dinamika kehidupan para warga belajar—yang sebagian besar juga harus membagi waktu dengan pekerjaan atau membantu keluarga—YPAB merancang program ini dengan prinsip fleksibilitas:
-
Layanan 100% Gratis: Seluruh rangkaian bimbingan baca Al-Qur’an ini diberikan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
-
Tidak Mengganggu Jam Belajar Utama: Sesi bimbingan dijadwalkan secara khusus di luar jam pelajaran kesetaraan (Paket B dan C). Dengan demikian, fokus warga belajar pada kurikulum akademis formal tidak akan terganggu.
-
Pendampingan Personal & Sabar: Pembelajaran dibimbing oleh para pengajar dan relawan yang sabar, kompeten, dan memahami pendekatan orang dewasa (andragogi), sehingga warga belajar dapat merasa nyaman tanpa rasa canggung.
Menuju Generasi yang Cerdas Intelektual dan Berakhlak Mulia
Melalui program ini, YPAB berharap dapat terus merangkul masyarakat prasejahtera secara holistik. Tidak hanya membekali mereka dengan ijazah kesetaraan dan keterampilan vokasi untuk masa depan yang lebih baik, tetapi juga membangun keteguhan mental dan spiritual yang kokoh.
Bagi warga belajar PKBM Pemimpin Anak Bangsa, langkah kecil mengeja huruf demi huruf hijaiyah ini adalah awal dari perjalanan besar untuk memahami petunjuk hidup, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menyongsong masa depan yang gemilang secara lahir dan batin.